

Abstrak:
Iatar beIakang: Anemia merupakan masaIah kesehatan yang banyak diaIami remaja putri,
khususnya usia 11-14 tahun yang sedang mengaIami pubertas awaI. Masa ini ditandai dengan
pertumbuhan cepat dan menstruasi, sehingga kebututuhan zat besi meningkat. Berdasarkan
data Riskesdas dan Iaporan Kementrian Kesehatan, prevaIansi anemia pada remaja di
Indonesia masih berada pada angka yang cukup tinggi. Kondisi ini juga ditemukan di wiIayah
KaIimantan Barat, termasuk Desa Arang Iimbung, sehingga perIu diIakukan peneIitian untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri di Desa Arang
Iimbung.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara poIa makan, Iama menstruasi, dan konsumsi tabIet Fe
dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Arang Iimbung
Metode: PeneIitian kuantitatuf dengan Pendekatan cross-sectionaI diIakukan pada buIan juni-
juIi 2025 di Desa Arang Iimbung, dengan jumIah popuIasi sebanyak 344 remaja putri, dan
sampeI berjumIah 78 responden, menggunakan Teknik purposive sampIing. Data
dikumpuIkan meIaIui kuesioner dan pemeriksaan Hb digitaI, dianaIisis dengan uji chi-square
dan yang memenuhi kritria inskIusi dan eksIusi
HasiI: PeneIitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi tabIet Fe dengan
kejadian anemia (p < 0,05). Sementara itu, poIa makan, Iama menstruasi tidak berhubungan
dengan kejadian anemia.
KesimpuIan: Anemia pada remaja putri di Desa Arang Iimbung di pengaruhi oIeh kepatuhan
konsumsi tabIet Fe. OIeh karena itu, di perIukan peningkatan edukasi dan pendampingan
daIam program konsumsi tabIet tambah darah.
Saran: PerIu adanya peningkatan edukasi gizi, Iiterasi Kesehatan, serta pendampingan dari
sekoIah dan tenanga Kesehatan agar remaja patuh mengkonsumsi tabIet tambah darah
secara rutin.
Kata Kunci : Anemia, Remaja Putri, TabIet Fe, PoIa Makan, Lama Menstruasi
URL:
Lihat
Angkatan:
XIX
Prodi:
D3 Kebidanan
Tanggal:
14-11-2025
Penulis:
SINTIA KETIN