Repositori STIKES Panca Bhakti Pontianak



Gambaran Budaya Suku Madura Dalam Perawatan Tali Pusat Di Desa Arang Limbung Tahun 2025



Abstrak:
Neonatus merupakan istilah untuk bayi yang baru lahir dan masih berusia di bawah 28 hari, periode krusial dengan risiko kematian tinggi akibat BBLR, prematuritas, asfiksia, dan infeksi tali pusat. Di Indonesia, meski angka kematian bayi menurun, kematian neonatal tetap mendominasi. Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kasus kematian neonatus masih tinggi, salah satunya disebabkan oleh praktik perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menggambarkan praktik perawatan tali pusat berdasarkan budaya Suku Madura di Desa Arang Limbung, serta menggali keyakinan, mitos, dan nilai budaya yang melatarbelakangi praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan gaya deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan melalui sesi wawancara beserta kuesioner terhadap 27 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis dilakukan secara naratif tanpa statistik. Sebagian dari responden 55,56% masih menggunakan metode tradisional seperti sarang tanah, kunyit, dan daun-daunan dalam perawatan tali pusat karena pengaruh budaya dan orang tua. Sebagian kecil 11,11% mengikuti anjuran tenaga kesehatan dengan menggunakan kassa steril. Usia, pendidikan, dan pengaruh keluarga menjadi faktor dominan dalam pengambilan keputusan perawatan. Budaya lokal Suku Madura masih sangat kuat mempegaruhi praktik perawatan tali pusat. Diperlukan pendekatan edukatif yang sensitif budaya untuk mencegah infeksi dan menurunkan angka kematian neonatal. Diharapkan agar masyarakat tetap melestarikan budaya lokal dalam perawatan tali pusat bayi, namun tetap memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan berdasarkan ilmu medis. Kata Kunci : Budaya, Suku Madura, Perawatan Tali Pusat, Desa Arang Limbung

URL:
Lihat

Angkatan:
XIX

Prodi:
D3 Kebidanan

Tanggal:
14-11-2025

Penulis:
FEBITIA DARMAWATI