

Abstrak:
Latar belakang: imunisasi Difteri Pertusis Tetanus memberikan efek demam kerena
mengandung berdetela pertussis sebagai pyrogen exsogen demam diturunkan dengan
menghambat peostaglandin E1 dan meningkatkan aliran darah periper. Jenis komoditas
tumbuhan obat yang berfungsi sebagai antipiretik adalah bawang merah karena senyawa
sulfur organik dapat menurunkan suhu tubuh dengan menghancurkan pembentukan
pembekuan darah.
Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres bawang merah
sebagai penanganan demam pada balita pasca imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) di
Polindes Desa Sungai Raya Dalam tahun 2025.
Metode: kuantitatif dengan desain penelitian kontrol perlakuan dengan dua kelompok,
teknik sampling yang digunakan adalah kuota (Quotum) yaitu teknik untuk penentuan sampel
dari populasi dalam yang memiliki ciri-ciri tertentu hingga mencapai jumlah (kuota) yang
ditetapkan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 24 responden. Analisis data dilakukan
dengan uji statistik Wilcoxon Match Paired Test menggunakan SPSS.
Hasil: penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh balita sebelum diberikan kompres
bawang merah berada pada rata-rata 38,3°C sedangkan setelah intervensi menurun menjadi
37,8°C dengan selisih 0,5°C. Nilai p-value sebesar 0,002 (p ?0,05) menunjukkan adanya
perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan kompres bawang merah adalah
signifikan.
Kesimpulan: penelitian ini adalah bahwa pemberian kompres bawang merah secara
signifikan dapat menurunkan suhu tubuh pada balita yang mengalami demam pasca imunisasi
DPT.
Saran: dari penelitian ini yaitu peneliti memberikan edukasi agar orang tua bisa
melakukan penanganan kompres bawang merah sebagai penanganan demam pasca
imunisasi dpt pada balita.
Kata kunci : Bawang merah, Budaya, Demam, Kompres, Imunisasi DPT
URL:
Lihat
Angkatan:
XIX
Prodi:
D3 Kebidanan
Tanggal:
09-10-2025
Penulis:
MARSIANA VENI