

Abstrak:
Latar Belakang : Data WHO menunjukkan angka kematian ibu masih cukup tinggi berjumlah
214/100.000 kelahiran hidup, Indonesia 305/100.000 kelahiran hidup, Kalimantan Barat
berdasarkan data Dinas Kesehatan 142/100.000 kelahiran hidup, dan di Kubu Raya
232/100.000 kelahiran hidup, kemudian diPuskesmas Rasau Jaya terdapat 2 kematian di
tahun 2025 dengan kasus emboli air ketuban dan penyakit bawaan. Berdasarkan studi
pendahuluan menunjukkan 10 ibu hamil 6 diantaranya tidak tahu tentang tanda bahaya
kehamilan, sehingga perlu dilakukan deteksi dini tentang tanda bahaya kehamilan dengan
patuh melakukan kunjungan ANC sesuai target Kemenkes yaitu minimal 6 kali Kunjungan
selama hamil.
Tujuan peneliti : untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya
kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC K6 di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya
Tahun 2025.
Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Populasi sebanyak 70 ibu hamil trimester II] dan sampel 56 ibu hamil dengan teknik
sampling purposive sampling dengan pengumpulan data menggunakan kusioner.Analisis data
menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian : Menunjukkan sebagian dari responden 29 orang (52%) dengan
pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan, dan sebagian dari responden 31 orang
(55,5%) patuh kunjungan ANC K6 dengan uji Chi Square p value 0,001<0,05.
Kesimpulan : hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu hamil
tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC Ké6 di wilayah kerja puskesmas Rasau Jaya Tahun 2029.
Saran : Diharapkan ibu hamil patuh melakukan kunjungan kehamilan agar tidak ada lagi kematian ibu.
Kata Kunci : Pengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan, Kepatuhan
Kunjungan K6
URL:
Lihat
Angkatan:
XIX
Prodi:
D3 Kebidanan
Tanggal:
03-10-2025
Penulis:
ANIA SENA