

Abstrak:
Latar belakang : Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah pemeriksaan
skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan pemberian asam
asetat. Berdasarkan data WHO 660.000 perempuan terdiagnosis kanker serviks di dunia dan
350.000 kematian. Berdasarkan data profil dinas kesehatan Kalimantan Barat 10?ri tabel
WUS yang sudah periksa IVA. Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 orang Ibu PKK, 7 orang
diantaranya belum periksa IVA.
Tujuan : Untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan
IVA test pada Ibu PKK di Desa Sungai Raya Dalam tahun 2025.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan
cross sectional. Subjek penelitian yaitu ibu PKK sebanyak 35 responden. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian kuesioner. Teknik Analisa
menggunakan uji statistik chi-square.
Hasil : Perilaku pemeriksaan IVA test masih rendah (77,1%). Hasil analisa bivariat didapatkan
hubungan signifikan antara pendidikan (p-value=0,012), pekerjaan (p-value=0,007),
pengetahuan (p-value=0,001), sikap (p-value=0,029) dan dukungan keluarga/suami (p-
value=0,000) dengan perilaku pemeriksaan IVA test. Sedangkan tidak ada hubungan antara
jarak fasilitas kesehatan (p-value=0,418) dengan perilaku pemeriksaan IVA test pada ibu PKK
di Desa Sungai Raya Dalam tahun 2025.
Kesimpulan : Ada hubungan antara pendidikan (p = 0,012), pekerjaan (p = 0,007),
pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,029) dan dukungan keluarga/suami (p=0,000).
Saran : Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan pembekalan kepada kader kesehatan
dan melibatkan kader untuk melakukan penyuluhan tentang deteksi dini kanker serviks dengan
metode IVA.
Kata kunci : Kanker Serviks, IVA Test, Pendidikan, Akses Informasi
URL:
Lihat
Angkatan:
XIX
Prodi:
D3 Kebidanan
Tanggal:
02-10-2025
Penulis:
FEBIYATI KARLINA