

Abstrak:
Latar Belakang: Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam
menjaga kesehatan neonatal. Namun, di masyarakat adat seperti Suku Dayak Kanayant di Desa
Lingga, praktik perawatan tali pusat masih dilakukan dengan cara tradisional, yang bergantung pada
kepercayaan dan budaya yang diwariskan turun-temurun
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui bentuk praktik budaya perawatan tali pusat yang dilakukan
oleh ibu-ibu Suku Dayak Kanayant di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu
Raya.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap dua orang
responden dengan inisial Ny. Y dan Ny. N.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden (100%) menggunakan
bahan tradisional seperti bubuk kopi, kunyit, dan kapur, yang dipercaya mampu mempercepat
pengeringan tali pusat. Perawatan umumnya dilakukan oleh ibu sendiri dengan bantuan keluarga,
seperti ibu kandung atau nenek. Praktik ini menunjukkan adanya perpaduan antara tradisi keluarga dan
intervensi modern yang bersifat preventif.
Kesimpulan: Praktik perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di masyarakat Suku Dayak Kanayant
masih mempertahankan unsur tradisional, terutama dalam penggunaan bahan alami. Praktik ini
menunjukkan bahwa budaya masih hadir, tetapi telah beradaptasi seiring perubahan zaman dan
pengaruh layanan kesehatan formal.
Saran: Disarankan agar tenaga kesehatan dapat berkolaborasi dengan tokoh masyarakat untuk
memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan dalam perawatan tali
pusat, baik secara tradisional maupun medis.
Kata kunci:Tali Pusat, BBL, Dayak Kanayant, bahan tradisional, lama pelepasan
URL:
Lihat
Angkatan:
XIX
Prodi:
D3 Kebidanan
Tanggal:
03-10-2025
Penulis:
EZRA WENNY