Repositori STIKES Panca Bhakti Pontianak



Budaya Perawatan Tali Pusat Suku Dayak Kanayant Di Desa Lingga Wilayah Kerja Puskesmas Lingga Tahun 2025



Abstrak:
Latar Belakang: Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan neonatal. Namun, di masyarakat adat seperti Suku Dayak Kanayant di Desa Lingga, praktik perawatan tali pusat masih dilakukan dengan cara tradisional, yang bergantung pada kepercayaan dan budaya yang diwariskan turun-temurun Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui bentuk praktik budaya perawatan tali pusat yang dilakukan oleh ibu-ibu Suku Dayak Kanayant di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap dua orang responden dengan inisial Ny. Y dan Ny. N. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden (100%) menggunakan bahan tradisional seperti bubuk kopi, kunyit, dan kapur, yang dipercaya mampu mempercepat pengeringan tali pusat. Perawatan umumnya dilakukan oleh ibu sendiri dengan bantuan keluarga, seperti ibu kandung atau nenek. Praktik ini menunjukkan adanya perpaduan antara tradisi keluarga dan intervensi modern yang bersifat preventif. Kesimpulan: Praktik perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di masyarakat Suku Dayak Kanayant masih mempertahankan unsur tradisional, terutama dalam penggunaan bahan alami. Praktik ini menunjukkan bahwa budaya masih hadir, tetapi telah beradaptasi seiring perubahan zaman dan pengaruh layanan kesehatan formal. Saran: Disarankan agar tenaga kesehatan dapat berkolaborasi dengan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan dalam perawatan tali pusat, baik secara tradisional maupun medis. Kata kunci:Tali Pusat, BBL, Dayak Kanayant, bahan tradisional, lama pelepasan

URL:
Lihat

Angkatan:
XIX

Prodi:
D3 Kebidanan

Tanggal:
03-10-2025

Penulis:
EZRA WENNY